Ini Cara Supaya Biaya Perpanjang SIM Bisa Lebih Murah

Author Administrator | Date 2022-01-20 20:04:10 | Category Info OTO
Bagikan artikel ini

SIM dianggap sebagai identitas kelayakan pengendara dalam menggunakan kendaraaan. Setelah membuat SIM, pemilik harus memperpanjangnya per 5 tahun sekali. Nah saat perpanjang pun biasanya dikenakan biaya.

Untuk biaya perpanjang SIM masih sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak. Berikut rincian biaya perpanjang SIM di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah;

SIM A Rp 80.000
SIM B I Rp 80.000
SIM B II Rp 80.000
SIM C Rp 75.000
SIM C I Rp 75.000
SIM C II Rp 75.000
SIM D Rp 30.000
SIM D I Rp 30.000
SIM Internasional Rp 225.000

Selain biaya tersebut saat perpanjang SIM dikenakan biaya kesehatan sekitar Rp 25.000. Sebagai catatan, setiap wilauah punya kebijakan masing-masing untuk biaya pengecekan kesehatan. Setelah ada biaya asuransi sebesar Rp 50.000. Untuk contoh dalam perpanjang SIM C artinya diperlukan biaya sebasar Rp 150.000. Tapi harus tau nih cara agar lebih murah.

Yap pemilik SIM bisa saja menolak pembayaran untuk asuransi dari PT Asuransi Bhakti Bhayangkara (ABB) itu. Artinya pemohon tidak wajib mengikuti asuransi ini. Hanya sayangnya kadang tidak punya pilihan atau pemohon tidak mendapatkan informasi bahwa asuransi itu hanya pilihan.

Mengutip dari Kompas.com, hal ini dibenarkan mantan Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Lalu Hedwin. "Tidak wajib," katanya yang saat ini menjabat sebagai Wakapores Tangsel.

Asuransi ini untuk pengemudi yang mengalami kecelakaan lalu lintas bisa mengajukan klaim. Jika terjadi kecelakaan berkendara yang mengakibatkan cacat permanen atau meninggal dunia. Untuk mengajukan proses pengajuan klaim, pengemudi harus memenuhi syarat. Pertama, pengemudi berkoordinasi dengan dengan pihak asuransi.

Untuk pemilik SIM A dan B:

  • Meninggal Dunia akibat kecelakaan Maksimum: Rp 4.000.000
  • Cacat Tetap Maksimum (Sesuai Prosentase Kecacatan Dokter): Rp 4.000.000
  • Biaya Pengobatan: Rp. 400.000

Untuk pemilik SIM C:

  • Meninggal Dunia akibat kecelakaan Maksimum: Rp 2.000.000
  • Cacat Tetap Maksimum (Sesuai Prosentase Kecacatan Dokter): Rp 2.000.000
  • Biaya Pengobatan: Rp 200.000

Adapun pengajuan klaim, pertama, melapor kepada petugas asuransi PT Bhakti Bhayangkara di masing-masing satpas setempat. Kemudian, lampirkan surat keterangan dari pihak yang berwenang berupa surat keterangan kejadian kecelakaan lalu lintas dari Satlantas setempat, kematian/cacat/biaya rumah sakit, fotokopi SIM dan kartu asuransi yang bersangkutan, dan tuntutan dari ahli waris yang sah dalam hal tertanggung meninggal dunia dengan disertai visum et repertum.
 

Sudah Gak Jaman Jual Motor Pake Ribet. Sekarang Bisa Jual Online Lewat Moped. Cepat, Aman dan Dapat Harga Terbaik. 

Sekarang Riders tidak perlu repot dan berlama-lama lagi kalau mau jual motor solusinya lewat moped. Karena lewat moped sekarang jual motor sangat mudah hanya butuh sejam langsung laku langsung dibayar.

Daripada repot-repot dan lama-lama harga motor brosis makin turun, ayo segera klik Jual Motor di Moped.id, Bebas biaya, harga transparan. #DariRumahAjaBisa.

Artikel terbaru kami

Faktor Lain Yang Menyebabkan Motor Jadi Boros Bensin

Baca Selengkapnya

Naik Motor Yang Gak Bikin Capek, Bedanya Naik Bebek, Matik Dan Sport

Baca Selengkapnya

Populasi Kendaraan di Indonesia Mencapai 146 Juta Unit, Ternyata Paling Banyak Bukan di Jakarta!

Baca Selengkapnya

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Mengangkut Barang di Sepeda Motor

Baca Selengkapnya