Cara Aman Jadi Penumpang Sepeda Motor

Author Administrator | Date 2022-07-05 14:42:02 | Category Info OTO
Bagikan artikel ini

Menjadi boncengers motor atau penumpang tidak asal naik saja, beberapa hal juga perlu diperhatikan untuk keselamatan bersama. Tak jarang, masih ditemukan penumpang yang memegang behel motor saat dibonceng, amankah gaya pembonceng seperti ini?

Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor Hendrik Ferianto mengatakan berpegangan pada behel saat dibonceng motor sebenarnya tidak dilarang namun ia tetap tidak menyarankan.

"Kalau soal megang behel belakang sebenarnya itu aman-aman aja, tapi ada efek negatifnya, kita tidak melarang tapi tidak menyarankan, yang kita sarankan adalah berpelukan atau memegang pinggang dari si pengendara," ungkap Hendrik.

Hal itu tidak direkomendasikan sebab titik berat antara boncenger dan biker mengurangi keseimbangan motor, terlebih dalam kecepatan tinggi.

"Efeknya adalah sama seperti kita memakai box motor, kalau pakai box motor pada dasarnya titik berat sepeda motor itu di tengah, kalau kita megang behel belakang titik berat motor jadi terbagi, belakang sama tengah," kata Hendrik.

"Makanya kalau kita bawa motor dengan box yang ada isinya, saat menikung setang kemudi kita agak sedikit terasa goyang, karena titik berat sepeda motornya tidak berada di satu titik," ungkap Hendrik.

"Kalau pegang belakang (behel) berati kan tubuh bagian atas dipindahkan ke belakang karena berat bertumpu di tangan, itu bisa ganggu keseimbangan, tapi kalau dibilang aman ya aman, tapi ada efek negatifnya motor agak sedikit goyang saat bermanuver di kecepatan tinggi," sambung Hendrik.

Lantas bagaimana posisi pebonceng yang lebih aman? Hendrik sebagai instruktur safety riding mengatakan bahwa sewaktu berboncengan disarankan berpelukan atau berpegangan dengan pengendara agar menyatukan distribusi bobot yang akhirnya memaksimalkan keseimbangan.

"Kalau boncengan itu disarankan berpelukan, tujuannya supaya pengendara dan si pebonceng menjadi satu kesatuan," ungkap Hendrik.

"Kalau bukan suami istri, konsen pertamanya yang terpenting si pebonceng harus mengikuti arah belok dari motor, jadi kalau motor belok kiri peboncengnya jangan ke arah sebaliknya," ungkap Hendrik.

Hendrik menambahkan agar pandangan tetap ke depan dan posisi tangan berada di atas paha, dengan kondisi kaki agak menjepit tubuh si pengendara. "Memang jepit pengendara lebih ke aerodinamis, nggak signifikan di kecepatan rendah, kalau kecepatan tinggi baru terasa," ungkap Hendrik.

"Kemudian tangan si pebonceng bisa taruh di paha, dan pebonceng itu nggak boleh main handphone, karena kita harus siap dan fokus dalam kondisi apa pun," ungkap Hendrik.

Hendrik juga menceritakan di luar negeri sudah di jual produk seperti sabuk tinju untuk membantu penumpang berpegangan ketika dibonceng motor. "Atau memakai sabuk pebonceng, itu di luar negeri sudah ada sabuk khusus untuk pegangan pebonceng," ungkap Hendrik.
 

Sudah Gak Jaman Jual Motor Pake Ribet. Sekarang Bisa Jual Online Lewat Moped. Cepat, Aman dan Dapat Harga Terbaik. 

Sekarang Riders tidak perlu repot dan berlama-lama lagi kalau mau jual motor solusinya lewat moped. Karena lewat moped sekarang jual motor sangat mudah hanya butuh sejam langsung laku langsung dibayar.

Daripada repot-repot dan lama-lama harga motor brosis makin turun, ayo segera klik Jual Motor di Moped.id, Bebas biaya, harga transparan. #DariRumahAjaBisa.

Artikel terbaru kami

Kunci Setang Motor ke Arah Kanan Dapat Mempersulit Aksi Maling

Baca Selengkapnya

Barang-Barang yang Jangan Disimpan di Bagasi Jok Motor

Baca Selengkapnya

Masalah Motor Sulit Distarter Bukan Cuma Karena Masalah Aki

Baca Selengkapnya

Tips Baca Maps Sambil naik Motor Tanpa Nyasar

Baca Selengkapnya